LIFE SKILL WORKSHOP (HIDROPONIK PLANTING)

WORKSHOP FOR ELEMENTARY

Beberapa orang tua beranggapan bahwa pendidikan formal lebih penting daripada pendidikan lifeskill atau pendidikan keterampilan. Lifeskill atau kecakapan hidup juga harus dikenalkan sejak dini.

Pendidikan keterampilan atau lifeskill adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan mengenai beragam kecakapan dalam segala hal.

Pada tanggal 11 Desember 2018 Growing Kid School mengadakan lifeskill workshop bagi siswa PG-TK dengan tema Hidroponik Planting.

 

Hidroponik Planting mengajarkan siswa menanam tanpa menggunakan tanah sebagai media, dan digantikan oleh rockwoll. Sedangkan untuk pot dimanfaatkan dari botol atau cup bekas makanan instan. Siswa diajarkan menanam benih yang telah direndam 1 malam dan dibungkus dengan kain. Jika benih tersebut sudah mulai tumbuh, maka diletakkan di net pot lalu tutup cup bekas makanan instan diberi lubang dan net pot yang telah diberi bibit tanaman dalam rockwool. Agar nutrisi lebih mudah terserap maka cup bekas tersebut diberi sedikit air, dan net pot dililitkan flanel yang telah dipotong + 15 cm x 1 cm untuk membantu penyerapan nutrisi A dan B. Setelah itu tugas siswa dirumah adalah merawat hingga tumbuh daun dan melaporkan dalam lembar tugas hidroponik planting checklist.

Benih tanaman yang digunakan dalam hidropponik planting adalah sawi, kangkung, mint, dan selada.

Manfaat siswa belajar hidroponik planting adalah :

  1. Agar siswa mencintai lingkungan
  2. Siswa dapat memanfaatkan bahan daur ulang sebagai media pot tanaman.
  3. Siswa diajarkan bertanggung jawab dalam merawat benih yang ditanam hingga tumbuh daun.
  4. Siswa diajarkan untuk dapat menceritakan dan mempraktekan cara bertanamam dengan sistem hidroponik planting kepada orang tua.

Demikian tujuan pentingnya dilakukan workshop lifeskill bagi siswa  SD di Growing Kid School. Semoga artikel ini dapat membantu orang tua untuk mengetahui diselenggarakannya workshop tersebut.

Leave A Comment